Potensi Hidup Manusia

>> Minggu, 27 Juni 2010

Untuk memahami lebih jelas siapa manusia itu, maka esensi manusia harus dikaji sebagai objek yang menyeluruh dan mendalam.Caranya dengan memahami potensi kehidupan yang mempengaruhi hidupnya. Pemahaman mengenai potensi kehidupan inilah yang akan menentukan pemahaman selanjutnya tentang apa dan bagimana manusia seharusnya melakukan akivitasnya. Pemahaman mengenai pembahasan ini akan sangat mempengaruhi pandangan setiap muslim dalam menyelesaikan problem yang dihadapinya.

Jika manusia adalah makhluk hidup yang diberi anugrah pemikiran, ini merupakan kenyataan. Karena memang dalam diri manusia terdapat khashiyyat yang sama dengan makhluk hidup yang lain. Khasiyyat yang dimaksud disini disini adalah keistimewaan manusia. Keistimewaan ini merupakan potensi yang secara spesifik diberikan oleh Allah SWT kepada benda, sehingga benda tersebut dapat memberikan sesuatu atau dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu. Misalnya pertumbuhan dan perkembangan, kelelahan dan mengantuk yang merupakan pengaruh kebutuhan jasmani; berkembang biak, merasakan kasih sayang, perasaan kebapakan dan keibuan yang merupakan pengaruh pengaruh naluri seksual; mempertahankan diri, menyukai sesuatu, ingin berkuasa, ingin memiliki materi,marah, senang dan bangga yang merupakan pengaruh naluri mempertahankan diri; merasa lemah dan membutuhkan Zat yang agung, takut dan perasan tenang karena melakukan ketaatan yang merupakan pengaruh naluri beragama.dorongan-dorongan tersebut harus dipenuhi oleh manusia untuk melakukan perbuatan dalam rangka memenuhi dorongan-dorongan tadi.

Tetapi meskipun dorongan dari dalam dirinya kuat, yang menentukan apakah dorongan tersebut dipenuhi atau tidak, tetap tergantung pada mafhum (pemahaman) masing-masig orang terhadap dorongan tadi. Disinilah manusia berbeda dengan hewan. Hewan mempunyai naluri dan kebutuhan jasmani. Tetapi tidak mempunyai akal.karena itu tidak mempunyai mafhum. Karena tidak memiliki akal dan mafhum dalam memenuhi dorongan naluri dan kebutuhan jasmaninya, hewan menggunakan tamyiz gharizi, dimana tamyiz gharizi tersebut merupakan kemampuan identifikasi yang mampu membedakan antara satu dengan yang lain. Potensi naluriah yang ada pada hewan ini terbentuk karena adanya penginderaan secara berulang kali terhadap objek tertentu. Misalnya ketika hewan makan, mengapa makan rumput? Hewan misalnya tidak pernah mendapatkan pendidikan seks, karena pendidikan hanya dapat diberikan kepada manusia. Tetapi hewan dapat melakukan hubungan seksual dengan hewan betina yang sejenis, misalnya anjing dengan anjing. Hewan juga hanya akan memasukan penisnya dalam vagina hewan yang betina,bukan ketempat yang lain.Ini semuanya merupakan tamyiz gharizi. Karena cara tersebut tidak pernah berubah. Berbeda dengan manusia. Manusia dapat merubah cara dalam melakukan hubungan seksual, kadangkala dengan cara sodomi, oral seks, dan sebagainya. Justru semuanya dapat dilakukan oleh manusia karena manusia mempunyai akal.

Jika demikian apakah potensi manusia dan hewan itu sama? Jawabannya tentu harus teliti terlebih dahulu; jika yang dipermasalahkan adalah potensi kehidupan manusia itu sesungguhnya sama dengan hewan. Yang dimaksud dengan ”potensi kehidupan” disini adalah ciri-ciri khusus yang diberikan oleh Sang Pencipta yang menyebabkan setiap makhluk tetap mampu bertahan hidup. Jika diteliti secara mendalam, potensi kehidupan ini hanya ada dua, yaitu (1) Kebutuhan jasmani (al-hajat al-udhuwiyyah), (2)Naluri (al-gharizah). Adapun akal tidak termasuk kedalam kategori potensi kehidupan manusia. Karena manusia masih bisa hidup meskipun akalnya hilang. Seperti orang gila atau anak kecil yang akalnya belum sempurna Tetapi akal tetap penting karena akalah yang bisa membedakan kedudukan manusia dibanding makhluk yang lainnya.

Tubuh manusia yang dapat diindera sebenarnya terdiri atas berbagai sel dengan bentuk, warna dan tugas yang berbeda. Jumlahnya lebih dari 200 milyar sel. Setiap sel terdiri dari membran (dinding sel) dan nucleus(inti sel), yang dikelilingi sitoplasma. Plasma ini mngelilingi inti sel yang terdiri dari beberapa kromosom. Jumlahnya 46 kromosom, tidak lebih dan tidak kurang.semuanya terdapat dalam sel sperma laki-laki dan sel telur perempuan.

Mengenai struktur tubuh manusia tidak ada bedanya antara orang yang satu dengan orang yang lain, jika dilihat dari struktur organ dan fungsinya, apapun warna, bentuk dan penampilannya. Masing-masing mempunyai mata, ati empedu serta anggota tubuh yang lain, setiap anggota tubuhnya terdiri atas sel-sel yang telah dijelaskan sebelumnya sehingga manusia perlu makan , bernafas, bergerak,tidur dan istirahat. Kenyataan bahwa tubuh manusia memerlukan benda tertentu adalah khasiyyat yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (al-hazah al-udhuwiyah). Kebutuhuan jasmani ini memerlukan pemenuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia perlu kondisi, benda dan aktifitas tertentu. Kondisi yang diperlukan oleh tubuh manusia antara lain seperti tidur, istirahat dan suhu udara tertentu, sedangakan benda yang diperlukan antara lain seperti makanan, minuman dan udara (oksigen), sedangkan aktivitas yang dilakukan antara lain seperti makan, bernafas, buang hajat dan sebagainya. Inilah kebutuhan jasmani manusia . Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang lahir karena pengaruh kerja struktur organ tubuh manusia. Makanan adalah benda yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, karena zat tertentu yang terdapat dalam makanan tersebut memang sesuai untuk kebutuhan tubuh. Jika zat yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut tidak terpenuhi, maka tubuh manusia akan mengalami gangguan atau kerusakan. Dari sinilah biasanya penyakit datang, Inilah gambaran mengenai kebutuhan jasmani.

Disamping itu ada fenomena lain yang timbul dari dalam diri manusia, yang juga menuntut dipenuhi.Bedanya kenyataan ini lahir bukan dari pengaruh kerja organ tubuh manusia, melainkan dari luar tubuh diri manuisa. Ketakutan, ambisi kekuasaan, cinta tanah air, cinta kepada suku atau ingin menguasai suku yang lain adalah fenomena yang muncul dari diri manusia. Ketertarikan pada lawan jenis, rasa keibuan, mencintai anak, mengasihi orang lain dan perasaan iba pada orang yang membutuhkan bantuan juga merupakan fenomena yang muncul dari diri manusia. Rasa kagum pada orang lain, perasaan kurang, lemah, membutuhkan kepada orang alim, menghormati orang lain dan sebagainya juga merupakan fenomena yang muncul dari dalam diri manusia.

Semuanya ini mendorong manusia untuk melakukan aktivitas tertentu agar dapat dipenuhi. Namun dorongan tersebut berbeda dengan dorongan yang lahir dari kebutuhan jasmani. Dorongan dari kebutuhan jasmani timbul karena akibat dari pengaruh kerja organ tubuh manusia, sedangkan fenomena yang kedua timbul karena pengaruh eksternal. Sebagai contoh, seseorang makan karena lapar, maka makan dipenuhi karena memenuhi kebutuhan jasmani. Namun apabila orang tersebut makan sementara perutnya kenyang, berarti aktivitas makan yang dilakukannya bukan karena memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi karena naluri.bukan karena dorongan lapar namun karena dorongan ingin tahu; misalnya ingin mengetahui rasanya, atau karena dorongan yang lain. Jenis makan yang kedua ini karena memenuhi naluri. Naluri berbeda dengan kebutuhan jasmani.

Dalam konteks inilah, Allah SWT berfirman melalui lisan Nabi Musa:
"Tuhan kami (yaitu) Tuhan Yang telah menganugrahkan pada tiap-tiap sesuatu dengan bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” (QS. Thaha: 50)

Artinya, bahwa Allah SWT telah menciptakan khashiyyat, kemudian Allah memberikan petunjuk kepada manusia atau hewan agar menggunakan khasiyyatnya untuk melakukan aktivitas dalam ragka memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri. Sebagian ulama menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan, bahwa Allah SWT telah menciptakan hewan betina untuk hewan jantan dan dari jenisnya supaya dapat melakukan perkawinan, termasuk bagaimana cara melakukannya. Dalam ayat lain Allah SWT secara umum menjelaskan hal yang sama, mengenai khasiyyat yang diberikan oleh Allah SWT, baik berupa kebutuhan jasmani maupun naluri.

Zat yang Menciptakan dan Menyempurnakan (penciptaan-Nya) dan yang Menentukan kadar (keistimewaan masing-masing ) dan Memberikan petunjuk.”(QS. Al-A’laa: 2-3)

Sumber : Da'i Muda

2 komentar:

indonesian news Minggu, 27 Juni, 2010  

artikel menarik kawan, thanks

Deni Minggu, 04 Juli, 2010  

U're welcome :)

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar, kritik ataupun saran anda pada kolom dibawah ini.

Perhatian!!!
Dilarang menyisipkan kata-kata yang mengandung unsur pornografi.

Terimakasih... (^_^)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Serang, Banten, Indonesia
Hidup itu tidak sulit, tapi jangan dipersulit dengan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu menyulitkan...

  © BangDeni

Back to TOP